
Takengon | musaranews.com- Momen Haru terjadi ketika perpisahan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 23 Takengon yang beralamat di Desa Burni Bius Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah,
Acara Perpisahan yang berlangsung Khidmat dan penuh dengan suasana Haru itu turut dihadiri oleh orang tua murid masing masing kecuali satu siswa yang bernama Very
Ketika masuk ke acara sakral yaitu Setiap siswa yang lulus membasuh kaki orang tua masing masing sembari mengucapkan terimakasih
Very hanya terduduk diam sendiri tanpa ada kaki orang tua yang harus di basuh, sambil mengusap air matanya, Very tetap mencoba Teguh ketika melihat teman temannya Tengah membasuh kaki orang tuanya masing masing
Diketahui Ibu Very sudah lama meninggal serta ayahnya masih terbaring sakit Lumpuh, di tengah kesulitan hidupnya very masih berjuang mencapai mimpinya di bangku sekolah SMP hingga dinyatakan lulus oleh pihak Sekolah
Momen Perpisahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia bagi siswa itu pun berubah menjadi momen Haru sekaligus menyentuh hati
banyak dari teman teman serta orang tua murid merasa Iba dan simpati kepada Very
Beberapa di antara teman yang coba menyemangati Very, walau di dalam hati terasa Sesak, melihat teman seperjuangan menahan kesedihannya seorang diri
kisah Perjuangan Very mengingatkan kita tentang keteguhan mental dan kasih sayang keluarga serta orang tua,juga menjadi cerminan hidup kisah inspiratif tentang bakti,tanggung jawab dan kekuatan mimpi, dimana ia bisa Menyelesaikan Pendidikan ditengah keterbatasan.(**)
Tidak ada komentar