Senyuman Reza Sahri di Balik Jarum Transfusi, Kisah Perjuangan Remaja Penderita Kelaianan Darah Yang Butuh Uluran Tangan

2 menit membaca View : 36
Admin
BERITA - 24 Jun 2026

Takengon | musaranews.com – Kisah perjuangan Reza Sahri Ramadan Remaja ber usia 17 tahun yang ber alamat di Desa Rutih Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah butuh uluran tangan, Tubuhnya yang lemas tampak kontras dengan ranjang rumah sakit yang dingin.

 

Di usianya yang baru menginjak tujuh (17 tahun) tujuh belas tahun, saat anak Remaja lain nya sedang asyik menikmati masa sekolah, Reza harus menghabiskan separuh hidupnya di koridor rumah sakit. Reza di diagnosis menderita penyakit hemophilia sebuah kelainan darah genetik yang membuat tubuhnya tidak mampu memproduksi hemoglobin secara normal. Akibatnya, ia mengalami anemia kronis yang terus-menerus menguras energinya.

 

Setiap bulan, Reza wajib menjalani transfusi darah seumur hidup demi bertahan hidup dan juga suntikan oktanate rutin Tanpa pasokan darah segar dan suntikan Oktanate rutin, tubuh nya akan langsung lemas, wajahnya memucat, dan fungsi organ tubuhnya bisa terancam rusak akibat kekurangan pasokan oksigen.

 

Dewi sang kakak yang selalu setia mendampingi adik nya di tengah keterbatasan Ekonomi, Dewi tetap mencoba tegar demi kesembuhan adik terkasih dan selalu mencoba menyemangati sang adik agar kuat melawan penyakit yang di derita nya.

 

Menurut keterangan sang kakak Dewi mengatakan, memang awal nya adik saya lakukan transfusi darah, namun kini sudah tidak lagi karena sudah pakai Suntikan Octanate, obat yang mengandung Faktor Pembekuan Darah VIII (human), Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengobati perdarahan pada pasien dengan Hemofilia A (kondisi kelainan darah genetik di mana tubuh kekurangan faktor 8 dan 9 untuk membekukan darah) suntikan ini wajib dilakukan per tiga bulan sekali tapi kami hanya bisa melakukan nya setahun sekali karena terkendala faktor ekonomi,” Ungkap Dewi dengan mata berkaca kaca.

 

Kisah Reza Sahri, seorang remaja dengan kelainan darah kronis ini, mengingatkan kita tentang ketegaran luar biasa meski harus bergantung pada transfusi darah dan suntikan Octanate rutin untuk bertahan hidup.

 

Kini Keterbatasan biaya pengobatan membuat keluarga sangat mengharapkan bantuan finansial, baik dari pemerintah maupun darmawan sehingga kisah ini menjadi seruan kemanusiaan untuk kita semua agar memberikan uluran tangan guna untuk kesembuhan Reza Sahri Ramadan. (**)

 

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *