
Takengon | musaranews.com Vidio yang sempat Viral di kanal youtube membedah sisi gelap di kota yang disebut “Negeri di atas awan” yang berbalut syariat islam, kini di hebohkan dengan dugaan eksistensi jaringan prostitusi yang terorganisir, yang bergerak senyap menelusuri pelosok pelosok Daerah Takengon menjadi perhatian publik khususnya di kota Takengon.
Vidio viral tersebut di isi dengan Host Joe, dan narasumber berinisial (EL) mantan pekerja seks komersial (PSK),
Yang pernah beroperasi di Takengon, mengungkapkan bagaimana jaringan prostitusi mengalir seperti air tanpa hambatan di pusat pusat kota sampai ke desa desa di Aceh Tengah.
Yang mengejutkan EL menyebutkan bahwa kegiatan prostitusi tersebut memiliki jaringan luas terorganisir, ia juga mengucapkan ada beberapa titik kumpul (tempat perkumpulan) yang disebut (markas) di Aceh Tengah, dalam bisnis tersebut ia menyebut memiliki kelas tersendiri, kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas.
Yang juga mengejutkan EL menyebutkan banyak dari kalangan pejabat, oknum Ketua Partai juga pengusaha yang ikut berenang di aliran air prostitusi tersebut menjadi pelanggan
“Ketua Partai ada, Partai lokal ada Partai nasional juga ada”ungkap nya
Pengakuan eks, PSK tersebut menjadi tamparan keras bagi kota di atas awan Takengon, yang mana Aceh di kenal dengan syariat islam nya yang kuat, dengan Ada nya syariat islam tentu banyak dari masyarakat yang mempertanyakan bagaiman bisnis tersebut bisa berjalan mulus tanpa hambatan?
Masyarakat juga mempertanyakan keterlibatan Pejabat serta oknum Ketua Partai juga menjadi sorotan publik, sebagai Pejabat dan Ketua partai tidak seharusnya membiarkan kegiatan prostitusi tersebut berjalan mulus apalagi sampai ikut terlibat sebagai pelanggan di dalam nya,
” ini sangat memalukan jika dugaan yang disampaikan eks PSK tersebut benar bahwa Pejabat dan Ketua Partai juga terlibat, tentunya sangat mencoreng Pejabat serta Ketua Partai yang di Aceh Tengah khususnya, harus diselidiki dan di pastikan siapa oknum pejabat dan Ketua Partai tersebut agar tidak menimbulkan fitnah di masyarakat Aceh Tengah”,ungkap salah seorang warga
Sampai berita ini tayang pihak pihak yang terkait masih dalam upaya konfirmasi.(**)
Tidak ada komentar