Fasilitas Ruang Rawat Inap RSUD Datu Beru Takengon Disorot, Pasien Keluhkan Kasur Rusak dan Tanpa Sprei

2 menit membaca View : 442
Admin
BERITA - 11 Sep 2026

Takengon – Kondisi fasilitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ditemukan adanya fasilitas ruang rawat inap yang dinilai memprihatinkan dan diduga tidak layak pakai, sehingga memicu keluhan dari keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keluhan ini mencuat setelah salah seorang pasien yang enggan disebutkan namanya mengaku telah menjalani rawat inap selama dua malam di rumah sakit tersebut. Namun, selama masa perawatan, tempat tidur yang disediakan sama sekali tidak dilengkapi dengan sprei atau kain penutup kasur.

Lebih memprihatinkan lagi, permukaan kasur yang digunakan pasien tampak mengalami kerusakan yang cukup parah. Lapisan luar kasur terlihat robek besar hingga memperlihatkan material bagian dalamnya secara jelas.

 

“Kondisi kasur robek dan bagian dalamnya terbuka. Bahkan lembaran kain penutup kasur (sprei) pun tidak ada,” ujar pasien tersebut kepada awak media.

 

Kerusakan yang menyentuh hingga lapisan dalam kasur ini menimbulkan pertanyaan besar terkait sistem pemeliharaan dan pengawasan fasilitas yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit. Tempat tidur merupakan komponen vital dalam menunjang kesembuhan serta kenyamanan pasien yang sedang dirawat.

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi manajemen RSUD Datu Beru Takengon.

 

Pihak rumah sakit diminta untuk tidak hanya menjaga citra kebersihan dari luar, melainkan juga jeli memperhatikan fasilitas utama yang bersentuhan langsung dengan pasien.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Datu Beru Takengon perlu memberikan penjelasan resmi terkait beberapa poin krusial, di antaranya: Jumlah total tempat tidur pasien yang mengalami kondisi rusak serupa.

Jadwal dan mekanisme pemeriksaan berkala terhadap fasilitas ruang rawat inap. Juga Status pelaporan fasilitas yang rusak tersebut, apakah sudah masuk dalam agenda perbaikan atau penggantian unit baru.

 

Masyarakat berharap pihak manajemen segera mengambil tindakan nyata guna meningkatkan mutu pelayanan dan kenyamanan bagi para pasien.

(Tim Redaksi)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *