
Aceh Tengah – Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Bebesen, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, menuai polemik dan kritik tajam dari masyarakat. Proyek kesehatan yang bersumber dari uang negara tersebut dinilai dibangun secara asal-asalan tanpa perencanaan yang matang.
Pasalnya, hingga saat ini bangunan Pustu Bebesen tidak memiliki akses jalan masuk sama sekali untuk dilewati warga. Selain masalah akses jalan, proyek ini juga kedapatan tidak memasang plang nama informasi proyek. Hal ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat terkait transparansi anggaran, serta mempertanyakan kinerja Badan Pemeriksa Teknis Kesehatan (BPTK) atau tim teknis dinas terkait dalam mengawasi proyek tersebut.
Ketiadaan jalan menuju fasilitas kesehatan ini dinilai sangat ironis. Fasilitas yang seharusnya mempermudah pelayanan medis bagi masyarakat Desa Bebesen justru tidak dapat digunakan karena terisolasi dan tertutup oleh lahan milik warga lain.
“Bagaimana masyarakat bisa berobat kalau jalan masuknya saja tidak ada? Ini seperti asal bangun demi mengejar proyek, tanpa memikirkan asas manfaatnya,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, khususnya Dinas Kesehatan dan pihak penanggung jawab teknis, untuk segera memberikan klarifikasi.
Warga juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan memeriksa dugaan kelalaian perencanaan yang dinilai telah menghamburkan anggaran daerah tanpa fungsi yang jelas.
(Tim Redaksi)
Tidak ada komentar