Diskusi Umum GMNI Aceh Tengah, Jadwalkan Aksi Unras Terkait Sengkarut Masalah Rakyat Takengon

3 menit membaca View : 23
Admin
BERITA - 18 Sep 2026

Takengon | musaranews.com – Dalam Diskusi Internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Aceh Tengan Bung Saparuda. IB sampaikan keprihatinan mendalam terhadap persoalan yang tengah membebani masyarakat Gayo saat ini.

 

kekayaan alam Gayo kini seolah di kuasai oleh Kapitalisme, menjadi salah satu bukti masyarakat pribumi diberikan peran hanya sebagai pengamanan (Pertambangan Liar) PETI yang marak di Aceh Tengah seperti tidak tersentuh hukum terkesan dilindungi sebutnya.

 

Saparuda Menambahkan BBM (Bahan Bakar Minyak) merupakan sumber energi utama yang menopang aktivitas sehari-hari masyarakat, kini banyak oknum di untungkan atas sulitnya mendapatkan BBM Bersubsidi ini.

 

Masyarakat masih dihadapkan pada kelangkaan BBM di sejumlah wilayah jauh dari pusat kota, sementara di sisi lain ditemukan banyak indikasi penimbunan dan antrian sangat panjang dengan harga jauh lebih tinggi. Subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat justru dinikmati segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

 

berdasarkan Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi ; Membeli, menyimpan, mengangkut, atau menjual kembali BBM bersubsidi secara ilegal merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar tandasnya.

 

Bung Helmi Tuah Miko Ketua GmnI Terpilih periode 2026-2028 sebut kasus perzinaan di Aceh Tengah terkesan dilindungi oleh aparat, sebagai salah satu kasus, baru baru ini terjadi di sebuah hotel yang melibatkan 2 laki-laki dewasa 3 Perempuan Dewasa dan 1 Balita itu tampak di amankan dikaburkan.

 

Helmi Tuah Miko menambahkan Bukti sudah kuat, saksi juga ada lantas apa yang menjadi beban Penegak hukum kita.

Kasus ini sudah sering terjadi di salah satu Hotel yang ada di Aceh Tengah kita GmnI mau tahu jika Penegak Syariat tidak mampu jangan bertahan pada posisi ini sebutnya dengan nada kesal.

 

Disisi lain Helmi Tuah Miko membeberkan kasus lain terkait Rentenir dan pinjaman ilegal yang kini semakin meresahkan, bahkan memanfaatkan masarakat yg terjepit ekonomi. Banyak warga terjerat bunga mencekik, teror, dan intimidasi, hingga tidakan yang menganggu kenyamanan masaraka. justru dipelihara oleh praktik keuangan yang tidak manusiawi ini Tuturnya.

 

Angka kasus HIV/AIDS di Aceh tengah Ahir Ahir ini melonjak naik . terutama di kalangan kelompok rentan. Stigma yang kuat, kurangnya edukasi, serta akses layanan kesehatan yang mahal dan sulit dijangkau menjadi penghalang utama penanganan yang efektif.

 

Sementara Muhtady yang ditunjuk sebagai Koordinator Unras pada diskusi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, waspada, dan terus mengawasi kinerja pemerintah. Jangan diam saat hak dirampas. Bersama kita lawan ketidakadilan

 

Kami bukan menebar ancaman ini bukti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Aceh Tengah berkomitmen hadir dalam seluruh persoalan Rakyat

Kami akan hadir ketikan rakyat dihadapkan dengan kesulitan atas kinerja Pemerintah Daerah, kami sudah jadwalkan Unras pada tanggal 24 September 2026 ini tutupnya. (**)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *