
Takengon | musaranews.com – Salah satu oknum Reje (Kepala Desa) di wilayah Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya buka suara guna memberikan klarifikasi terkait isu miring mengenai dugaan penggunaan surat bodong yang sempat mencuat ke publik.
Dalam keterangannya kepada awak media, sang Reje inisial (GH) secara kooperatif membantah adanya unsur kesengajaan untuk memalsukan dokumen.
“sungguh saya tidak ada niat untuk memalsukan dokumen Saya benar benar tidak mengetahui tentang isi surat tersebut, karena pada waktu itu saya berada di rumah sakit, sekretaris saya pun tidak memberitahukan tentang isi surat tersebut karena beliau yang membuat surat tersebut di kantor Desa, pada waktu itu saya sedang terbaring sakit di Rumah sakit tanpa tahu isi nya saya langsung tanda tangan saja, saya juga sudah perintahkan sekretaris Desa untuk membuat kembali surat pembatalan dalam waktu dekat ini agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ungkap GH
Guna menghindari polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat, ia berkomitmen dan berjanji akan segera memperbarui seluruh isi dan kelengkapan dokumen yang dipersoalkan tersebut agar sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak salah di pergunakan.
Keluarga dan masyarakat kini bernapas lega setelah salah satu oknum Kepala Desa buka suara terkait dugaan surat bodong. Namun, ketegangan masih berlanjut. Warga kini mendesak oknum Kepala Desa kedua untuk segera memberikan klarifikasi agar titik terang atas kerugian yang dialami warga bisa segera terungkap. (**)
Tidak ada komentar