Air Sumur Bor Desa Tebuk Keruh, Kadinsos Tegaskan Proyek Murni Bantuan Yayasan Swasta

2 menit membaca View : 23
Admin
BERITA - 06 Agu 2026

Takengon | musaranews.com – Kepala Dinas Sosial, Windi Darsa, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga mengenai kondisi air yang keruh pada fasilitas sumur bor baru di Desa Tebuk kecamatan pegasing kabupaten Aceh Tengah.

 

Langkah ini diambil guna meluruskan opini publik yang berkembang di tengah masyarakat mengenai sumber pendanaan proyek tersebut.

 

Windi menegaskan dengan narasinya bahwa pembangunan infrastruktur air bersih di desa tersebut sama sekali tidak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana pemerintah lainnya. Proyek tersebut murni merupakan program bantuan sosial yang didanai secara penuh oleh sebuah yayasan swasta bernama Yayasan peduli amal, peduli kasih.

 

Dalam keterangannya, Windi menjelaskan secara rinci alur keterlibatan instansi yang dipimpinnya. Dinas Sosial sama sekali tidak menyentuh ranah anggaran, penentuan vendor, maupun eksekusi teknis di lapangan.

 

“Peran kami dalam proyek ini murni hanya sebatas fasilitator penunjuk jalan. Kami mengarahkan pihak yayasan peduli amal peduli kasih ke Desa Tebuk karena berdasarkan data pemetaan kami, wilayah tersebut merupakan lokasi yang sempat terdampak bencana dan berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan intervensi bantuan air bersih,” ujar Windi.

 

Ia menambahkan bahwa langkah penunjukan lokasi ini dilakukan agar bantuan dari pihak ketiga tidak tumpang tindih dan bisa benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

 

Namun, kendali penuh atas aspek teknis pembangunan dan pengelolaan anggaran berada di bawah otoritas yayasan penyumbang.

 

Menyikapi kekecewaan warga terkait kualitas air sumur bor yang keruh dan belum layak konsumsi, Dinas Sosial mengaku tidak akan tinggal diam.

 

Meskipun tidak memiliki tanggung jawab hukum atas proyek tersebut, Dinsos berkomitmen untuk menjembatani keluhan warga dengan pihak donatur.

 

Sebagai langkah konkret, dalam waktu dekat Dinas Sosial berencana untuk segera melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak yayasan swasta terkait.

 

Agendanya adalah melakukan evaluasi menyeluruh atas masalah teknis yang terjadi di lapangan—apakah kekeruhan tersebut disebabkan oleh faktor kedalaman pengeboran yang kurang ideal, struktur tanah pascabencana, atau kendala mekanis pada sistem penyaringan (filtrasi).

 

Melalui klarifikasi ini, pihak Dinas Sosial berharap masyarakat Desa Tebuk dapat memahami status kepemilikan dan asal-usul proyek secara jernih, sehingga tidak terjadi salah paham yang berlarut-larut.

 

Pemerintah daerah juga memastikan akan mengawal proses evaluasi ini agar fasilitas tersebut dapat segera berfungsi optimal demi memenuhi kebutuhan air bersih warga. (**)

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *