Sempat Diduga Pakai Tangki Rakitan, Lonjakan Pengisian BBM APV di SPBU Teritit Ternyata Akibat Human Error

2 menit membaca View : 12
Admin
BERITA - 01 Agu 2026

Benermeriah | musaranews.com – Sebuah insiden pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat viral di salah satu media di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teritit sempat memicu kegaduhan dan kecurigaan konsumen.

 

Mobil jenis Suzuki APV yang seharusnya berkapasitas normal justru tercatat mengisi BBM hingga 70 liter. Namun setelah ditelusuri, peristiwa tersebut murni terjadi akibat kelalaian petugas (human error) yang kelelahan, bukan karena modifikasi tangki.

 

Kronologi Kejadian Insiden bermula saat sebuah mobil Suzuki APV mengantre untuk mengisi bahan bakar di SPBU Teritit. Berdasarkan data teknis, kapasitas maksimal tangki standar mobil jenis tersebut berada di kisaran 46 liter.

Kecurigaan muncul ketika operator selesai mengisi bensin dan mesin dispenser menunjukkan angka akumulatif mencapai 70 liter.

 

Perbedaan angka yang sangat signifikan ini langsung memicu dugaan dari konsumen maupun warga di lokasi bahwa mobil APV tersebut telah memodifikasi tangkinya menjadi tangki rakitan (siluman) untuk menimbun BBM.

 

Menanggapi situasi yang sempat memanas, pihak manajemen SPBU segera melakukan pengecekan internal. Berdasarkan hasil investigasi dan pencocokan data mesin, diketahui bahwa petugas dispenser melakukan kesalahan prosedur akibat faktor kelelahan.

Petugas yang berjaga lupa menekan tombol reset untuk mengulang indikator angka pengisian dari nol (0) setelah melayani kendaraan sebelumnya.

 

Akibatnya, jumlah liter dari kendaraan terdahulu terakumulasi ke dalam tagihan mobil APV tersebut, sehingga angka yang muncul melonjak drastis hingga 70 liter.

Pihak manajemen SPBU Teritit memastikan bahwa tidak ada praktik kecurangan maupun keberadaan tangki rakitan dalam insiden ini.

 

Kesalahpahaman antara pihak konsumen dan operator dispenser tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah asal-usul pembengkakan angka literatur dijelaskan secara transparan guna menghindari polemik di tengah masyarakat. (**)

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *